Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar
rumah untuk bekerja, bersekolah atau melakukan aktivitas lain. Aktifitas yang
paling sering dilakukan di dalam rumah adalah beristirahat dan tidur.
Selebihnya, rumah berfungsi sebagai tempat beraktivitas antara anggota keluarga
atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah
pekarangan.
Rumah dapat berfungsi sebagai tempat untuk menikmati
kehidupan yang nyaman, tempat untuk beristirahat, tempat berkumpulnya keluarga,
dan tempat untuk menunjukkan tingkat sosial dalam masyarakat.
Dalam arti umum, rumah adalah salah satu bangunan yang
dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi
tempat tinggal manusia maupun hewan, namun untuk istilah tempat tinggal yang khusus
bagi hewan adalah sangkar, sarang, atau kandang. Dalam arti khusus, rumah
mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam
bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, hidup, makan, tidur, beraktivitas,
dan lain-lain.
Sebagai bangunan, rumah berbentuk ruangan yang dibatasi oleh
diding dan atap. Rumah memiliki jalan masuk berupa pintu dengan tambahan
berjendela. Lantai rumah biasanya berupa tanah, ubin, babut, keramik, atau
bahan material lainnya. Rumah bergaya modern biasanya memiliki unsur-unsur ini.
Ruangan di dalam rumah terbagi menjadi beberapa ruang yang berfungsi secara
spesifik, seperti kamar tidur, kamar mandi, WC, ruang Kaman, dapur, ruang
keluarga, ruang tamu, garasi, gudang, teras dan pekarangan.
Rumah memiliki berbagai model dan tipe desain yang beragam,
selain model rumah minimalis, terdapat juga beberapa model rumah lain seperti
model rumah kontemporer, rumah tradisional dan model rumah modern. Selain
memiliki beragam model rumah saat ini juga memiliki ukuran baku, seperti rumah
type 36, rumah type 45, rumah type 54.
Konstruksi rumah yang bagus harus memperhatikan efisiensi
pemakaian energi. Konstruksi rumah hemat energi di Indonesia yang beriklim
tropis tidak serumit konstruksi rumah di negara-negara yang beriklim subtropis,
karena tidak ada perubahan musim yang ekstrim. Kebutuhan energi untuk
pencahayaan, insulasi, ventilasi, pengaturan udara, dan lain-lain tidak sebesar
rumah di negara-negara dengan empat musim. Efisiensi energi bisa dimaksimalkan
dengan memakai pencahayaan alami di siang hari, tata letak lampu penerangan
yang tepat, pemakaian lampu hemat energi, pemasanan ventilasi dan insulasi pada
dinding, pemilihan atap yang tidak menyerap panas, dan pemakaian peralatan
listrik yang hemat energi.
Dalam desain rumah hemat energi, termasuk didalamnya segala
rancang bangunan yang ramah lingkungan, dengan meminimalkan penggunaan energi
tidak terbarui dan mengoptimalkan pemanfaatan energi alami. Keterbatasan sumber
daya alam membuat konstruksi rumah hemat energi menjadi semakin relevan mulai
dari sekarang.

0 comments:
Post a Comment